Jumat, 27 Oktober 2017

TUGAS 2 PEMINDAHAN TANAH MEKANIS

TUGAS DUA
MATA KULIAH PEMINDAHAN TANAH MEKANIS
Nama kelompok :
1. Husein Rifai            (13316326)
2. Jansen Evans A.      (13316674)
3. Nurmuzakki            (15316596)
4. Restianti Anwar      (16316216)
5. Rizky Amalia          (16316594)
6. Syilfi Sukma R.       (17316276)


  1. Sebutkan alat-alat berat yang sering digunakan pada pekerjaan kosntruksi !
DOZER
Dozer merupakan traktor yang dipasangkan blade dibagian depannya. Blade berfungsi untuk mendorong, atau memotong material yang ada didepannya. Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Ada beberapa macam jenis blade yang dipasangkan pada dozer. Pemilihan jenis balde tergantung pada jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Jenis blade yang umum dipakai adalah straight blade (S-balde), angle blade (A-blade), universal blade (U-blade) dan cushion blade (C-blade). 

MOTOR GRADE
Motor Grader adalah salah satu jenis traktor dengan fungsi sebagai perata bentuk permukaan tanah, biasanya digunakan dalam proyek jalan untuk membuat kemiringan tertentu suatu ruas jalan. Dengan blade yang dapat diatur tingkat kemiringannya. Disamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah, pencampuran tanah, meratakan tanggul, pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya; akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. 

EXCAVATOR
Excavator, backhoe atau shovel adalah suatu alat berat yang diperuntukkan memindahkan suatu material, sehingga dapat meringankan pekerjaan yang berat apabila dilakukan dengan tenaga manusia. Dan juga untuk mempercepat waktu pengerjaan sehingga dapat menghemat waktu. Alat berat ini merupakan Alat berat yang paling dikenal oleh masyarakat, karena di setiap kegiatan pemindahan tanah mekanis selalu ada alat seperti ini.

LOADER
Adalah mesin yang digunakan untuk memindahkan tanah yang sudah dikumpulkan buldozer ke dump truck. Loader memiliki bentuk yang hampir mirip dengan bulldozer namun bucket loader dapat diangkat dengan ketinggian tertentu dan digunakan sebagai alat pemuat. Loader dapat digunakan untuk material tanah yang telah terurai atau tidak keras.

TRUK
Merupakan alat berat yang berfungsi untuk memindahkan material – material dalam jumlah yang banyak. Ada berbagai jenis truk yang ada di alam semesta ini misalnya dump truck, articulated dump truck, off highway truck

TIANG PANCANG
Proyek-proyek besar seperti gedung pencakar langit memerlukan fondasi yang kuat untuk menyangga beban yang besar di atasnya. Jika daya dukung tanah dilokasi tidak memungkinkan untuk menahan beban yang besar,, fondasi semacam ini sangat diperlukan. Bentuk dari pondasi yang umum dipakai sebagai penyangga bangunan adalah pondasi tiang.

DOUBLE DRUM ROLLER 
Double Drum Roller terdiri atas berporos 2 (two axle) dan berporos 3 (three axle tandem rollers). Penggunaan dari penggilas ini umumnya untuk mendapatkan permukaan yang agak halus, misalnya pada penggilasan aspal beton dan lain-lain. Tandem roller ini memberikan lintasan yang sama pada masing-masing rodanya, beratnya antara 8-14 ton, penambahan berat yang diakibatkan oleh pengisian zat cair (ballasting) berkisar antara 25% - 60% dari berat penggilas. Untuk mendapatkan penambahan kepadatan pada pekerjaan penggilasan biasanya digunakan three axle tandem roller. Sebaiknya tandem roller jangan digunakan untuk menggilas batu-batuan yang keras dan tajam karena akan merusak roda-roda penggilasnya.

PNEUMATIC TIRED ROLLER
Pneumatic Tired Roller Roda-roda penggilas jenis ini terdiri atas roda-roda ban karet yang dipompa (pneumatic). Susunan dari roda muka dan roda belakang selang-seling sehingga bagian yang tidak tergilas oleh roda bagian depan akan digilas oleh roda bagian belakang. Roda-roda ini menghasilkan "kneading action" (tekanan) terhadap tanah sehingga membantu konsolidasi tanah. Tekanan yang diberikan oleh roda terhadap permukaan tanah dapat diatur dengan cara mengubah tekanan ban. Makin besar tekanan ban, makin besar pula tekanan yang terjadi pada tanah. Sumbu dari roda dapat "bergoyang" mengikuti perubahan permukaan tanah, hal ini dapat memperbesar "kneading action" tadi. 
Pneumatic tired roller sangat cocok digunakan pada pekerjaan penggilasan bahangranular, juga baik digunakan pada penggilasan lapisan hot mix sebagai "penggilas antara". Sebaiknya tidak digunakan untuk menggilas lapisan yang berbatu dan tajam karena akan mempercepat kerusakan pada roda-rodanya. Bobotnya dapat ditingkatkan dengan mengisi zat cair atau pasir pada dinding-dinding mesin. Jumlah roda biasanya 9 sampai 19 buah, dengan konfigurasi 9 buah (4 roda depan dan 5 roda belakang), 11 buah (5 roda depan dan 6 roda belakang), 13 buah (6 roda depan dan 7 roda belakang), 15 buah (7 roda depan dan 8 roda belakang)

ASPHALT FINISHER
Asphalt finisher adalah alat untuk menghamparkan campuran aspal yang dihasilkan dari alat produksi aspal. Terdapat dua jenis asphalt finisher yaitu jenis crawler yang menggunakan roda kelabang dan jenis roda karet. Kelebihan dari asphalt finisher roda kelabang adalah dalam hal daya ambang (flotation), traksi, dan penghamparannya lebih halus serta lebih datar dibandingkan asphalt finisher yang menggunakan roda karet dengan ukuran yang sama. Kelebihan dari asphalt finisher roda karet adalah dalam hal manuver yang lebih cepat.

TOWER CRANE
Pada prinsipnya, tower crane merupakan pesawat pengangkat dan pengangkut yang memiliki mekanisme gerakan yang cukup lengkap, yakni : kemampuan mengangkat muatan (lifting)menggeser (trolleying), menahannya tetap di atas bila diperlukan dan membawa muatan ke tempat yang ditentukan (slewing dan travelling). Operasi kerja yang identik dan muatan yang seragam yang diangkutnya, memungkinkan fasilitas transport dilakukan secara otomatis. Bukan hanya untuk memindahkan, melainkan juga untuk proses bongkar muatan. Selain itu dapat juga berupa crawler crane, sebab crane ini dapat dengan mudah dipindah-pindahkan, karena pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis membutuhkan mobilitas alat yang relatif tinggi


           2.      Jelaskan perbedaan dan persamaan fungsi alat Bulldozer dan Motor Grader !
                ·         Bulldozer
    Bulldozer berfungsi sebagai alat pembersih lapangan, biasanya dengan cara menggusur material agar lapangan siap digunakan untuk proyek. Bulldozer memiliki blade di bagian depan. Blade inilah yang dapat memotong dan menggusur material-material (tanah, dll) yang dianggap mengganggu dalam pelaksanaan proyek.
·         Motor Grader
Motor Grader adalah salah satu jenis traktor dengan fungsi sebagai perata bentuk permukaan tanah, biasanya digunakan dalam proyek jalan untuk membuat kemiringan tertentu suatu ruas jalan. Dengan blade yang dapat diatur tingkat kemiringannya.

           3.   Jelaskan cara kerja Bulldozer !
     Bulldozer adalah alat berat bertipe traktor menggunakan Track/rantai serta dilengkapi dengan pisau (dikenal dengan blade) yang terletak di depan. Bulldozer merupakan traktor yang mempunyai traksi besar. Alat berat ini digunakan untuk pekerjaan menggali, mendorong, menggusur dan menarik material (tanah, pasir, dsb). Bulldozer dapat dioperasikan pada medan yang berlumpur, berbatu, berbukit dan di daerah yang berhutan.
     Pada saat pembukaan lahan pertambangan yang baru, maka unit bulldozer inilah yang pertama kali diterjunkan untuk proses land clearing. Istilah bulldozer sering kali digunakan untuk menggambarkan semua tipe alat berat (Eksavator, Loader, dsb) meskipun istilah ini tepatnya hanya menunjuk ke traktor berantai yang dilengkapi dengan blade.
     Selain blade sebagai perlengkapan standar Bulldozer, pada sisi belakang Bulldozer bisa dipasang perlengkapan tambahan berupa :
1.   Ripper untuk membongkar material yang tidak dapat digali menggunakan blade, biasanya untuk pekerjaan pembuatan jalan atau pertambangan.
2.  Winch untuk menarik material, sering digunakan pada pekerjaan pengeluaran kayu di hutan.
   Umumnya bulldozer banyak digunakan di pekerjaan pertambangan, terutama untuk pertambangan batubara. Bulldozer ini digunakan untuk meratakan tanah, menggali dan menumbangkan pohon saat proses land clearing.


           4.   Jelaskan cara kerja Ecavator !  
Ekskavator atau excavator (Mesin pengeruk) adalah salah satu alat berat yang terdiri dari mesin di atas roda khusus yang dilengkapi dengan lengan (arm), alat pengeruk (bucket), keranjang dan rumah rumah dalam sebuah wahana putar dan digunakan untuk penggalian (akskavasi). Biasanya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan berat berupa penggalian tanah yang tidak bisa dilakukan secara langsung oleh tangan manusia. Pengertian ini didasarkan dari asal-usul excavator yang diciptakan sebagai alat penggali tanah untuk membangun rel kereta api, serta dari kata “excavation” yang berasal dari bahasa Inggris yang berarti “pengggalian” atau mesin penggali.
            
           Berikut dibawah ini penggunaan ekskavator :
1.         Menggali parit , lubang, pondasi bangunan
2.         Penanganan Material
3.         Memotong semang dengan alat   khusus
4.         Pekerjaan kehutanan
5.         Penghancuran
6.         Perataan tanah
7.         Angkut berat
8.         Pertambangan, terutama Pertambangan pit terbuka
9.         Pengerukan sungai
10.     Menancapkan Batang pondasi
11.     Tipe ekskavator
12.     Ekskavator kompak
13.     Eekskavator dragline
14.     Long reach excavator
15.     Steam shovel
16.     Power shovel
17.     Suction excavator


           5.   Jelaskan perbedaan fungsi alat Dump Truck dengan Trailer !
DUMP TRUCK
Dump Truck adalah sebuah alat pengangkut material dari jarak sedang hingga jauh, dimana material yang dibawa oleh dump truck dapat diisikan oleh excapator, wheel loader, maupun shovel. Dewasa ini sudah terdapat berbagai macam tipe dump truck komatsu. Damp truck komatsu secara garis besar dapat dibagi ke dalam dua tipe, yaitu dump truck mekanikal dan dump truck elektrikal. Dump truck sangat cocok dioperasikan di area tambang. Dengan kapasitas angkut yang cukup besar, alat ini sangat produktif.
  

TRILER
Truk trailer adalah kendaraan terartikulasi yang terdiri dari mesin penarik yang tersambung pada trailer. Di Amerika serikat mesin penarik ini disebut juga traktor dan truk di tempat lain. Kendaraan trailer ini tidak memiliki roda depan sehingga bagian depannya ditopang oleh bagian ekor dari truk penarik. sehingga sebagian fraksi berat dari trailer dibawa oleh mesin penggerak. Dan biasanya, trailer tersebut akan mengangkut alat – alat berat yang akan dibawa ke lokasi proyek konstruksi.

Jumat, 20 Oktober 2017

SOAL PEMINDAHAN TANAH MEKANIS

1. Sebutkan tujuan dari penggunaan alat berat pada pekerjaan konstruksi ?
    Beberapa alasan  dan tujuan penggunaan alat berat dalam proyek konstruksi, antara lain, yaitu:
  •  Kapasitas pekerjaan konstruksi, dimana semakin lama kapasitas pekerjaan konstruksi akan semakin bertambah sehingga memerlukan prasaran dan peralatan besar, kuat dan kualitas yang tinggi.
  • Kemajuan industri mesin-mesin konstruksi, dimana dengan berkembangnya teknologi dalam industri mesin-mesin konstruksi banyak peralatan konstruksi yang dapat dipakai dalam menunjang dan memperlancar proyek-proyek konstruksi sehingga pekerjaan menjadi lebih produktif.
  • Kebutuhan terhadap mutu pekerjaan, dimana tuntutan terhadap mutu pekerjaan semakin tinggi sedangkan volume pekerjaan semakin besar sehingga diperlukan peralatan untuk mengerjakannya.
  • Kemajuan sosial dan budaya, dimana setiap orang memiliki kecenderungan bekerja dengan sedikit menggunakan tenaga fisik terutama pada pekerjaan kasar. Penggunaa peralatan dapat menggantikan tenaga manusia dalam pekerjaan kasar.
  • Nilai ekonomi,dimana pekerjaan konstruksi dengan volume sangat besar, memerlukan peralatan untuk kepentingan ekonomi yaitu dapat menurunkan unit cost (harga satuan pekerjaan) dari suatu pekerjaan.

2. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam persiapan penggunaan alat berat pada pekerjaan konstruksi!
     Sebelum suatu proyek akan dimulai, penyedia jasa atau kontraktor akan memilih dan menentukan alat yang akan digunakan di proyek tersebut. Pemilihan atau evaluasi pengadaan peralatan dilakukan pada tahap perencanaan. Tidak semua alat berat dapat dipakai untuk setiap proyek konstruksi, oleh karena itu pemilihan alat berat yang tepat sangat diperlukan agar proyek berjalan dengan lancar.
     Dalam menetukan kebutuhan peralatan ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut :
  • Sasaran pekerjaan yang harus dihasilkan berikut volume, jangka waktu pelaksanaan, dan spesifikasi teknis.
      Sasaran pekerjaan yang harus dihasilkan harus dipahami terlebih dahulu sebagai dasar kita melangkah untuk merencanakan kebutuhan peralatan. Juga mengenai volume pekerjaan serta jangka waktu penyelesaian pekerjaan yang tersedia, di samping spesifikasi teknis dari produk akhir yang harus dicapai. Dengan demikian akan kita ketahui sejak awal garis besar pekerjaan apa yang harus dilaksanakan. Berdasarkan data ini kita sudah dapat mengerjakan hal-hal berikutnya
  • Jenis pekerjaan pada proyek
       Terdapat berbagai jenis pekerjaan dan suatu proyek konstruksi yang akan membedakan dalam penggunakan peralatannya. Misalnya pekerjaan penggalian, pasangan, dan lain-lain.
  • Kapasitas peralatan
        Pemilihan alat berat didasarkan pada volume total atau berat material yang harus diangkut atau dikerjakan. Kapasitas alat yang dipilih harus sesuai sehingga pekerjaan dapat diselesaikan pada waktu yang telah ditentukan.
  • Kondisi medan atau kondosi lapangan
      Lokasi medan atau lapangan juga merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan peralatan. misalnya pada suatu pekerjaan dibutuhkan alat loader, untuk daerah berlumpur, maka dipilih loader yang memakai Crawler atau roda rantai (Track Loader) agar terhindar dari resiko slip, Untuk daerah yang relatif keras dapat digunakan loader yang memakai roda (wheel loader).
  • Nilai ekonomis penggunaan alat (beli atau sewa)
       Selain biaya investasi atau biaya sewa peralatan, biaya operasi dan pemeliharaan merupakan faktor penting didalam pemilihan alat berat.
      Persiapan kerja perlu dilakukan untuk menghindari kesalahan-kesalahan dalam memperkirakan kondisi di lapangan.
     Hal ini disebabkan karena lokasi pekerjaan dan karakteristik perkerjaan berbeda untuk setiap pekerjaan, seperti masalah geografis, sifat fisik tanah, sosial, infrastruktur, lokasi pekerjaan dan sebagainya. 


3. Sebutkan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pekerjaan pemindahan tanah!
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut :
  • Perhitungan volume pekerjaan
Perhitungan volume pekerjaan dalam pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis perlu diperhatikan terhadap ketelitiannya terutama terhadap kondisi tanah tersebut, seperti :
a. Volume tanah
   Dikenal ada 3 macam jenis volume tanah yang berkaitan dengan pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis atau menggunakan alat berat :
1.Volume dalam keadaan tanah asli dialam (bank measure volume)
2.Volume dalam keadaan tanah lepas (loose measure volume) tanah yang  telah digali dari kondisi alamnya dan siap diangkut.
3.Volume tanah yang telah dipadatkan (compaction measure volume), yakni volume tanah yang telah mengalami perlakuan pemadatan secara mekanis.
    Ketiga macam volume ini memiliki koefisien-koefisien tersendiri sesuai denganjenis dari tanah tersebut, seperti pasir, tanah liat dan sebagainya sehingga didalam menghitung volume tanah perlu dipahami apakah tanah tersebut temasuk dalam kategori tanah dalam keadaan asli, lepas atau telah dipadatkan.

b. Jenis Tanah
    Pada kenyataannya tanah memiliki banyak jenis, dimana setiap jenis tanah memiliki nilai kembang dan susut (swelling dan shkrinkage) serta memiliki karakteristik yang berlainan seperti tanah kohesif dan non kohesif. Setip jenis tanah ini mempunyai cara tersendiri atau peralatan tersendiri untuk mengerjakannya.
  Kelalaian dalam menentukan kategori dan jenis tanah akan membawa konsekwensi terhadap perhitungan dan menentukan peralatan yang akan dipergunakan, untuk memahami lebih dalam kasus ini akan dibahas secara tersendiri.

  • Spesifikasi Pekerjaan
Yang perlu diperhatikan terhadap spesifikasi pekerjaan adalah :
a. Jenis pekerjaan : Galian, Timbunan, Land Clearing, Stipping atau Pemadatan, jenis  pekerjaan ini baru jelas.
b. Hasil pekerjaan, terutama yang menyangkut hasil akhir dari pekerjaan, seperti  kemiringan, tingkat kepadatan, tinggi timbunan, kadalaman galian, jarak angkut atau jarak pemindahan tanah dan sebagainya,

Pemilihan Jenis Peralatan atau Alat Yang dipergunakan, meliputi :
1. Jenis dan type alat
      2. Kapasitas alat
      3. Kemampuan alat
      4. Suku cadang alat
     Pemilihan alat-alat yang akan digunakan harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan karkteristik lain keadaan tanah.

  •      Perencanaan Sumber Daya Manusia/SDM (Man Power)
        Dalam melakukan pekerjaan tanah dengan alat berat diperlukan perencanaan sumber daya yang benar-benar baik dan mencapai sasaran. Apalagi bila mengingat lokasi pekerjaan berada didaerah pedalaman atau jauh dari kota besar dimana untuk mencari tenaga kerja terampil dan berpengalaman akan sulit dilakukan. Selain itu perlu dipikirkan pula mekanisme pengawasan tenaga pendukung dalam upaya memperlancar jalannya kegiatan pekerjaan.

  •      Mobilisasi Peralatan
          Pelaksanaan mobilisasi peralatan perlu mendapat perhatian khusus, terutama bila aplikasi pekerjaan berada ditempat yang jauh (di daerah pedalaman) seperti misalnya di Sumatera, Kalimantan atau di Indonesia Bagian Timur. Pada lokasi tersebut banyak fasilitas jalan dan jembatan yang kurang memadai, peralatan penunjang seperti trailer pengangkut, ferry penyeberangan antar pulau yang belum tersedia sehingga perlu direncanakan dan disiapkan dari awal.
     
  •      Perencanaan Metode Kerja
          Metode  kerja merupakan persyaratan utama yang perlu direncanakan secara matang hal ini berkaitan dengan efisiensi dan efektivitas pekerjaan. Perencanaan metode kerja ini meliputi :
      a. Organisasi pelaksanaan
      b. Prosedur operasi kerja
      c. Prosedur perawatan peralatan  
      d. Prosedur keselamatan kerja
      e. Prosedur pelaporan administrasi dan keuangan.

      Metode kerja ini harus disosialisasikan kepada semua pihak yang terlibat, agar semua aparat atau petugas mengetahui wewenang, hak dan tanggung jawab masing-masing.

  •      Saran Pendukung di Lapangan
       a. logistic peralatan (spare part, bahan bakar maupun konsumsi pekerja.
       b. System perawatan alat-alat berat.
       c. System komunikasi dan informasi kerja.
      Keenam butir diatas hendaknya direncanakan dan dipikirkan secara matang dan terperinci. Kesalahan dalam menentukan salah satu perencanaan berarti akan terjadi pemborosan. Sebagai contoh operator alat-alat berat yang digunakan , bila ternyata operator mempunyai kemampuan yang rendah, (ketrampilan kurang, disiplin rendah dan malas) mungkin pelaksanaan pekerjaan akan berjalan lambat. Hal ini akan berakibat sasaran proyek akan mustahil dapat tercapai dengan baik.
    
  •      Kepemilikan Alat
   Dalan manajemen alat-alat berat perlu dipikirkan bagaimana kepemilikan alat tersebut diperoleh. Karena kepemilikan alat merupakan investasi bagi suatu perusahaan baik dengan cara menyewa atau membeli, penjelasan tentang kepemilikan alat akan dibahas dalam bab tersendiri.
      
  •      Kemampuan Kerja Alat
   Kemampuan kerja alat adalah kemampuan dalam melakukan kegiatan, mengeruk, menggusur, mengangkut, atau memindahkan tanah dari suatu tempat ke tempat lain yang diukur dengan satu satuan waktu (M3/jam). Dalam menetukan kemampuan kerja alat perlu dibedakan penegertian antara :
      a. Kapasitas Alat Kerja
     Kapasitas kerja alat adalah kemampuan alat dalam melakukan pekerjaan seperti mengeruk, menggusur, mengangkut dan memindahkan tanah dalam satu kali operasi atau satu siklus, diukur dalam (M3/siklus). 
      b. Produksi Kerja Alat
        Produksi kerja alat adalah kemampuan kerja alat dalam melakukan pekerjaan seperti mengeruk, menggusur, memindahkan atau mengangkut tanah dari satu tempat ketempat lain, diukur dalam 1 satu jam kerja (M3/jam).

  •      Perhitungan Biaya Operasi Alat
        Untuk mendapatkan gambaran mengenai proses analisa biaya pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis perlu diperhatikan mengenai permasalahan-permasalahan yang ada. Hal ini akan mempermudah adanya penegrtian terhadap factor-faktor yang ikut menentukan dalam analisa biaya tersebut. Oleh karena itu perlu dilakukan terlebih dahulu perhitungan terhadap tingkat produksi alat dan biaya pengoperasian alat tersebut yang tergantung dari :
      a. Kemampuan Berproduksi
      Kemampuan produksi alat berat tergantung dari kondisi lapangan dimana alat tersebut bekerja, kondisi lapangan yang berat akan menghambat manuver alat tersebut sehingga akan menurunkan tingkat produksinya.
          Selain hambatan-hambatan seperti yang telah dijelaskan diatas, terdapat hambatan lainnya seperti :
                   Pengaruh ketinggian
          •         Pengaruh temperature
          •         Pengaruh tekanan udara
          •         Leadaan tanah yang akan dikerjakan
          •         Percepatan alat.

     Selain hambatan dan kodisi lapangan, kondisi alat beratpun mungkin akan menjadi hambatan, misalnya alat tersebut baru atau bekas dan juga mengenai metode pelaksanaan kerja yang dilakukan.

      b. Biaya pengopersian alat 
          Biaya pengopersian alat berat tergantung dari biaya kepemilikan alat dan ini dipengaruhi oleh:
  •        Faktor harga alat, umur alat (life time), bunga, modal, assuransi dan nilai sisa pakai atau             depresiasi.
  •        Biaya operasi yang dipengaruhi oleh penggunaan bahan baker, pelumas,  perbaikan, suku           cadang dan biaya operator.
  •        Biaya mobilisasi alat.
         Perhitungan produksi alat berat sangat mempengaruhi Rencana Anggaran Biaya, sehingga dituntut pemahaman dalam perhitungan yang benar-benar teliti. Sehingga kesimpulan yang dapat ditarik ialah bahwa peralatan akan berdaya guna atau berhasil guna tinggi, bila peralatan tersebut menghasilkan produksi yang tinggi dengan biaya serendah mungkin.
       Untuk mencapai sasaran tersebut maka diperlukan tahapan kerja yang disusun secara cermat dan saling berkaitan, hal ini untuk menghindari terjadinya persoalan atau masalah yang menjurus pada pemanfaatan dana yang tidak bermanfaat atau tidak mencapai sasaran.

      4. Berapa % pengembangan dan % penyusutan  dari volume tanah yang memiliki berat isi tanah 1500 kg/m3 BM, 1000 kg/m3 LM dan 2000 kg/m3 CM.

       Ã˜  Swell (Pengembangan)
            Sw = [(B - L) / L ] x 100%
            Sw = [(1500 - 1000) / 1000] x 100%
            Sw = 0,5 x 100 %
            Sw = 50 %

       Ã˜  Shringkage (Penyusutan)
           Sh = [(C - B) / C] x 100%
           Sh = [(2000 - 1500) / 2000] x 100%
           Sh = 2,5 x 100%
           Sh = 25%

      5. Pada suatu daerah yang akan dibangun jalan, dilakukan penggalian sedalam 2,5 m. luas daerah yang akan di gali 2 Ha. Berapa volume tanah solid dan tanah gembur jika faktor gembur adalah 1,25!
       
         Ã˜  Volume tanah solid                = luas x kedalaman
                                         = 20000 x 2,5
                                         = 50.00 m3

Ø  Volume tanah gembur      = volume tanah asli x faktor gembur
                                              = 50000 x 1,25
                                              = 62.500 m3




\




Minggu, 27 November 2016

DAMPAK PANJANGNYA JEMBATAN BUSWAY DI SEMANGGI


Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia dikenal dengan kepadatannya, baik dalam hal kependudukan ataupun padat karena kendaraan atau disebut juga kemacetan. Kemacetan telah menjadi image yang melekat untuk Jakarta, bukan hanya pengendara kendaraan yang terkena imbas tetapi juga para pejalan kaki, hal tersebut karena terjadinya kemacetan maka banyak pengendara khususnya roda dua menggunakan trotoar sebagai akses jalan. Untuk mengatasi masalah kemacetan tersebut pemerintah sedang gencar dengan perkembangan fasilitas umum seperti Bus Transjakarta. Ini dibuat bertujuan untuk mengurangi macet di Jakarta karena Bus Transjakarta memiliki rute sendiri di jalan sehingga dapat menarik minat para pengguna kendaraan pribadi. 

Jalan menuju Halte Busway biasanya menyatu dengan jembatan penyeberangan orang . Namun, faktanya kebanyakan yang menggunakan jembatan penyeberangan adalah pengguna busway dan pejalan kaki bisanya menyeberang secara sembarangan asalkan ada jalan. Tentunya itu akan membahayakan pejalan kaki yang ingin menyeberang karena dapat menyebabkan kecelakaan. Oleh karena itu, Jembatan Penyeberangan Orang atau yang disebut juga JPO tentu sangat membantu para pejalan kaki untuk menyeberang jalan di padatnya lalu lintas khususnya di Ibu Kota. Selain itu, jembatan tersebut juga dapat mengurangi angka kecelakaan karena pejalan kaki tidak perlu khawatir akan adanya kendaraan yang akan melintas. 

Namun, bagaimana bila jembatan yang seharusnya dapat digunakan karena lebih aman malah menyulitkan pejalan kaki, misalnya lebih memakan waktu lebih lama dan tempat penyebrangan yang terlalu jauh dari tempat tujuan. Nah, untuk kasus ini saya mengambil salah satu jembatan untuk pengguna transjakarta yang ada di daerah Semanggi, Jakarta Selatan. Jembatan ini membentang sepanjang Plaza Semanggi hingga Halte Benhil (Bendungan Hilir), panjang jembatan ini kurang lebih 500 meter, ini tentunya menguras tenaga untuk menggunakan jembatan ini. Jembatan Penyeberangan di Semanggi ini digunakan untuk pengguna bus Transjakarta yang ingin transit ke koridor IX (Pluit - Pinang Ranti) dan koridor I (Blok M - Kota). Diketahui jembatan ini dibuat oleh Pemprov DKI untuk membuat penguna jembatan (khususnya masyarakat Jakarta) berolahraga.


(Menuju Halte Busway Benhil)


(Jembatan ke arah ke Halte Semanggi)

(Jembatan Penyeberangan di Semanggi)

Dari hasil survei, beberapa pengguna jembatan menaggapi dengan positif dengan adanya jembatan ini, namun tak banyak pula yang berkomentar negatif. Salah satu pengguna jembatan Cuyo (35) menyatakan, “Lewat Jembatan Semanggi memang cukup menguras tenaga karena jauhnya dari satu koridor ke koridor lainnya, apalagi saat pulang kerja sudah lelah ditambah harus jalan jauh ke koridor lainnya”. Selain itu Hasep (28) menyatakan, “Emang bikin cape tapi sekalian olahraga dan buat sehat juga”. Nuri (24) menyatakan, “Dari jembatan busway yang lain emang yang paling panjang saya lewati ya jembatan Behil-Semanggi, bikin ngos-ngosan apalagi kalo lagi buru-buru”. Salah satu mahasiswa yang berkuliah di Atma Jaya, Fadia (19) menyatakan, “Saya kuliah di Atma Jaya jadi tiap hari turun di Semanggi-Benhil, saya lari-larian untuk ke ngejar kelas soalnya jauh untuk turunnya".

Dari tanggapan pengguna diatas dapat diketahui bahwa banyak pengguna jembatan  busway di Semanggi yang merasakan lelah atau cape untuk menuju ke koridor lainnya atau turun dari Jembatan Semanggi, serta harus mengejar waktu untuk sampai tempat tujuan. Namun, jika dilihat dari segi positifnya para pengguna dapat sekalian berolahraga saat ingin berpergian, sesuai dengan tujuan dibangunnya Jembatan BuswaySemanggi.

Senin, 10 Oktober 2016

PERILAKU KONSUMTIF DI MASYARAKAT

Banyak yang memicu terjadinya perilaku konsumtif pada masyarakat di Indonesia, salah satu alasan yang sering ditemui yaitu para konsumen yang tidak bias membedakan apa itu makna dari kebutuhan dan keinginan. Banyak konsumen yang mengira suatu keinginan termasuk dalam kebutuhan juga, padahal kebutuhan itu harus didahulukan daripada keinginan. Biasanya keinginan adalah rasa yang muncul hanya sesaat, sehingga kurang dibutuhkan dalam jangka waktu yang panjang yang pada akhirnya bila kita membeli barang yang hanya keinginan kita saja barang tersebut dapat terbuang sia-sia. Tuntutan sosial juga merupakan salah satu alasan yang umum yang ada di kalangan masyarakat Indonesia, biasanya ini terjadi pada para remaja terutama pada era globalisasi ini banyak tuntutan sosial yang harus dipenuhi misalnya pada perkembangan teknologi.

Berkembangnya teknologi setiaptahunnya dengan menambahkan beberapa spesifikasi atau fitur terbaru membuat konsumen berpikir untuk membeli barang yang baru setiap tahunnya dan melupakan fungsi utama dari barang tersebut. Munculnya produk-produk yang sebenarnya kurang dibutuhkan dan dibeli hanya karena mengikuti trend yang sedang berkembang dimasyarakat. Contohnya seperti handphone yang setiap tahun memiliki keluaran terbaru dengan fitur-fitur yang ditambahkan atau baru sehingga daya beli masyarakatpun meningkat. Selain itu, mudahnya cara bertransaksi juga memicu konsumen berperilaku konsumtif. Pada jaman sekarang ini apapun bias dilakukan melalui smartphone, salah satunya yaitu berbelanja. Banyak aplikasi online shopping yang ditemukan di jaman sekarang ini, karena proses pembelian dan pembayaran yang lebih mudah dan tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk keluar rumah.

Dekatnya pusat perbelanjaan dengan permukiman juga dapat memudahkan masyarakat dalam memenuhi semua keinginannya yang pada dasarnya tidak dibutuhkan. Oleh karena itu, perlu adanya cara untuk mengatasi perilaku komsutif yang berlebihan tersebut. Sebagai mahasiswa, cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menghimbau teman terdekat atau keluarga untuk lebih memikirkan apa yang harus dibeli, dan jangan hanya mengikuti trend. Memang ada orang yang butuh dengan barang yang sedang trend tersebut, namun kebanyakan orang memiliki alasan hanya untuk mengikuti trend yang sedang berlangsung. Selain itu, ajaklah temanmu untuk bergaul dengan siapa saja, jangan melihat dari status suatu orang tersebut dan juga sebagai mahasiswa kita harus pintar untuk menyaring budaya yang baik pada jaman globalisasi ini.

Dari berbagai cara diatas sebenarnya hal yang paling utama dalam mengatasi perilaku konsumtif sendiri adalah perubahan yang berasal dari diri sendiri dan berusaha menjalani hidup kearah yang lebih baik. Biasakanlah menabung dan lebih baik memberi uang kepada orang yang lebih membutuhkan atau bersedekah, selain itu belajar untuk mengatur pola hidup yang lebih baik dengan lebih mendahulukan kebutuhan daripada keinginan seperti membeli barang yang lebih berguna yang dapat digunakan dalam jangka panjang, buatlah list ketika ingin berbelanja sehingga jika ingin ke pusat perbelanjaan kalian sudah tahu ingin membeli apa dan jika ingin membeli barang yang tidak ada dalam list yang sebelumnya dibuat, sebaiknya dipikirkan lagi apakah barang itu akan berguna atau tidak.

Minggu, 02 Oktober 2016

SISTEM KOLOID

SISTEM KOLOID
A.     Koloid
Koloid adalah sistem dispersi yang memiliki ukuran partikel antara 1nm – 100nm. Fase terdispersi dan fase pendispersinya tidak dapat diamati secara langsung, tetapi dengan menggunakan mikroskop ultra, Adapun sistem koloid dikelompokkan menjadi 8 kelompok, yaitu :

Fase Terdispersi
Medium Pendispersi
Jenis Koloid
Contoh
Padat
Padat
Sol Padat
Mutiara
Cair
Emulsi Padat
Mentega
Gas
Busa Padat
Batu Apung
Padat
Cair
Sol
Cat, Tinta
Cair
Emulsi
Susu, Santan
Gas
Busa
Buih Kocok
Padat
Gas
Aerosol Padat
Asap
Cair

Aerosol Cair
Awan, Kabut


B.      Sifat-sifat Koloid
Koloid memiliki 6 sifat koloid, yaitu :
1.         Efek Tyndall
Efek tyndall adalah terhamburnya cahaya oleh partikel koloid. Partikel yang dapat menghamburkan sinar hanya partikel koloid dan suspensi saja.
Contoh : sorot lampu di malam yang berkabut, sorot lampu proyektor di bioskop.
2.         Gerak Brown
Gerak brown adalah gerak zig-zag partikel koloid akibat dari tumbukan antar partikel koloid.
3.         Koagulasi
Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid yang diakibatkan oleh proses pemanasan, pendinginan atau penambahan zat kimia.
Contoh : Pembentukan delta dimuara sungai, penggumpalan lateks.
4.         Adsorpsi
Adsorpsi adalah penyerapan ion pada permukaan koloid sehingga koloid menjadi bermuatan. Contoh : pemutihan gula tebu, pembuatan obat norit, dan penjernihan air.
5.         Elektroforesis
Elektroforesis adalah pergerakan partikel koloid yang diakibatkan adanya medan listrik.
Contoh : proses penyaringan debu pada pesawat Cottrell.
6.         Dialisis
Dialisis adalah proses penghilangan muatan yang dapat mengganggu kestabilan koloid.
Contoh : proses pencucian darah.


C.      Koloid Liofil dan Koloid Liofob
Koloid dikelompokkan menjadi 2 berdasarkan fase pendispersinya cair, yaitu koloid liofil dan koloid liofob.
1.       Koloid liofil adalah koloid yang fase terdispersinya suka menarik medium pendispersinya. Contoh : agar-agar, gelatin.
2.       Koloid liofob adalah koloid yang fase terdispersinya tidak suka menarik medium pendispersinya. Contoh : sol belerang, sol logam.

D.     Pembuatan Koloid
Direksi dibedakan berdasarkan ukuran koloid, pembuatan koloid dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
1.      Dispersi
Dispersi dilakukan dengan cara memperkecil ukuran partikel.
a)        Cara Mekanik
Memperkecil butiran kasar menjadi butiran halus.
Contoh : sol belerang dapat dibuat dengan cara menggerus serbuk belerang beserta gula pasir hingga halus lalu dicampurkan dengan air.
b)        Peptitasi
Menambahkan zat kimia untuk memecah partikel kasar menjadi partikel koloid.
Contoh : agar-agar dipeptasi oleh air.
c)         Busur Bredig
Pembuatan koloid dengan menggunakan arus listrik bertegangan tinggi sehingga terjadi loncatan bunga api pada kedua ujungnya.
Contoh : pembuatan sol logam.

2.      Kondensasi
Pembuatan koloid dengan cara mengubah partikel kecil (larutan) menjadi partikel koloid.
a)        Reaksi Hidrolisis
Contoh :
Pembuatan sol Fe(OH)₃ dengan cara memanaskan larutan FeCl₃.
b)          Reaksi Redoks
Pembuatan sol belerang dengan cara mengalirkan gas H₂S ke dalam larutan SO₂.
c)           Reaksi Dekomposisi Rangkap
Pembuatan sol AgCl dari larutan AgNO₃ dengan larutan NaCl encer.
d)          Reaksi Pergantian Pelarut

Pembuatan gel dari campuran larutan jenuh kalsium asetat dengan alkohol.